Minggu, 07 Juni 2020

SIAPA SAJAKAH TENTARA ALLAH SWT,SELAIN DARI MALAIKAT

"TENTARA ALLOH" ?

yā ayyuhan-nāsut taqụ robbakum, iña zal zalatas-sā’ati syai`un ‘aẓīm 
1.Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).Q.S.AL-HAJJ :1

iña fī żālika la`āyatal lil mu`minīn
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.

Ternyata tentara Alloh bukan hanya manusia yang bersenjata lengkap saja, tetapi ....

1. AIR
Air itu tentara Alloh yang menenggelamkan kaum nabi Nuh 'alaihissalam, karena menghina dan mencaci maki utusan-Nya. Mereka semua mati (QS. Al-Ankabut : 14)
Wa laqod arsalnā nụḥan ilā qoumihī fa labiṡa fīhim alfa sanatin illā khomsīna 'āmā, fa akhożahumuṭ-ṭụfānu wa hum ẓõlimụn
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

2. ANGIN
Angin itu tentara Alloh yang menghempaskan kaum 'Ad karena sombong dengan kemajuan teknologi arsitekturnya. Mereka semua Mati.(QS. Al-Haaqqah : 6-8)
Wa ammaa 'aadun fauhlikuu biriihin sharsharin 'aatiyah(tin)
Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,"
Sakh-kharahaa 'alaihim sab'a layaalin watsamaaniyata ayyaamin husuuman fataral qauma fiihaa shar'a kaannahum a'jaazu nakhlin khaawiyah(tin)
Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)."
Fa hal taraa lahum min baaqiyah(tin)
Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka

3. PETIR
Petir itu tentara Alloh yang menyambar kaum Tsamud karena sombong menantang adzab-Nya. Mereka semua Mati. (QS. Hud : 67-68)
wa akhażallażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ fī diyārihim jāṡimīn
Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
ka`al lam yagnau fīhā, alā inna ṡamụda kafarụ rabbahum, alā bu'dal liṡamụd
Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud.

4. TANAH
Tanah itu tentara Alloh yang menelan kaum Sodom karena berprilaku bejat, homoseks dan lesbian. Mereka semua Mati. (QS. Al-Hijr : 73-76)
fa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu musyriqīn
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
fa ja'alnā 'āliyahā sāfilahā wa amṭarnā 'alaihim ḥijāratam min sijjīl
Maka Kami jungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.
inna fī żālika la`āyātil lil mutawassimīn
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda,
wa innahā labisabīlim muqīm
dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
inna fī żālika la`āyatal lil mu`minīn
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.

5. LAUT
Laut itu tentara Alloh yang menenggelamkan fir'aun dan bala tentaranya karena sombong mengaku diri sebagai Tuhan. Mereka semua Mati. (QS. Al-Baqarah : 50)
Wa iż faraqnā bikumul-baḥra fa anjainākum wa agraqnā āla fir'auna wa antum tanẓurụn
Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

6. BURUNG ABABIL
Burung Ababil itu tentara Alloh yang telah meluluh lantahkan Pasukan Raja Abraha,
Disaat Pasukan Raja Abraha ingin menghancurkan Ka'bah, Mereka semua Mati. (QS.Al-Fil : 3)
a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl
1.Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah

Allah Azza wa Jalla berfirman :

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

“Nikmat apapun yg kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri”. [an Nisaa/4 : 79].

Tentang umat-umat terdahulu, 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنبِهِ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. [al-Ankabut/29 : 40]

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 

ketika terjadi gerhana :

فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
FAIZĀ ROAITUM SYAI'AN MING ZALIKA FĀFZA'Ū ILĀ ZIKRIHI WADU'Ā IHI WA ASTIGHFĀRIHI
“Jika kalian melihat hal itu, maka segeralah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, berdo’a dan beristighfar kepadaNya”.[2]

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu)orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”. [al Hajj : 40-41].

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. [at-Taubah/9 :71].

Dalam semua sejarah yang tercatat, tentara-tentara Alloh itu datang setelah peringatan dari para utusan dan pembela agama-Nya diabaikan.

Dan dalam semua sejarah yang tercatat, 
tidak pernah ada penentang utusan dan penista agama-Nya yang Menang.... Semua binasa

والله اعلم بالصواب نسأل الله الكريم بجاه نبيه الوسيم، أن يخرجني من الدنيا مسلما، ووالدي وأحبائي ومن إلي انتمي، وان يغفر لي ولهم مقحمات ولمما ، وصلى الله على سيدنا محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف رسول الله إلى كافة الخلق رسول الملاحم ،حبيب الله الفاتح الخاتم ،وآله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين .

Wallaohu a’lam bishshowaab
Kemudian kami akhiri dengan meminta kepada Tuhan Yang Karim , dengan berkah beginda kita Nabi Muhammad Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam yang wasim , supaya mengakhiri hidupku dengan memeluk agama Islam, juga orang tuaku, orang yang aku sayangi dan semua keturunanku. Dan mudah-mudahan ia mengampuniku serta mereka segala kesalahan dan dosa.
Semoga rahmat Tuhan selalu tercurah keharibaan junjungan kita Nabi Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Hasyim yang menjadi utusan Alloh kepada sekalian makhluk Rosulul malahim, kekasih Alloh yang membuka pintu rahmat, menutup pintu kenabian, serta keluarga dan sahabat sekalian. Walhamdu lillaahi Robbil ’Aalamin...


**AL-FAQIR**
شريف محمّد اسوان 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ILMU DI PELAJARI TAPI TAK BERMANFAAT KARENA 5 HAL :

وَقِيلَ لِبَعْضِ الْحُكَمَاءِ : مَا لَنَا نَسْمَعُ الْعِلْمَ وَلَا نَنْتَفِعُ بِهِ ؟ فَقَالَ لَهُمْ لِخَمْسِ خِصَالٍ : WA QILA LI BA'D...