بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
*MEMEPELAJARI ADAB SEBELUM MEMPELAJARI ILMU*
Menghadiri majlis ilmu bukanlah sekedar untuk mencari ilmu semata, akan tetapi nilai lebih dari itu semua adalah seorang penuntut ilmu bisa meneladani gurunya, mendulang faedah adab dan akhlak sang guru, bagaimana adab dalam mengajarkan ilmu, menjawab pertanyaan, memberi fatwa, cara berinteraktif serta tawadlunya, yang semua itu tidak bisa diraih kecuali dengan menghadiri majlis ilmu bersimpuh dihadapan sang guru.
Abu Bakar Al Muthowwi’iy _-rahimahullah-_ berkata :
اخْتَلَفتُ إِلَى أَبِي عَبْدِ اللهِ ثِنْتَي عَشْرَةَ سَنَةً، وَهُوَ يَقْرَأُ المُسْنَدَ عَلَى أَوْلاَدِهِ، فَمَا كَتَبْتُ عَنْهُ حَدِيْثاً وَاحِداً، إِنَّمَا كُنْتُ أَنْظُرُ إِلَى هَدْيِهِ وَأَخلاَقِهِ.
_“Aku berguru kepada Abu Abdullah (Imam Ahmad bin Hanbal) selama 12 tahun, beliau membacakan kitab Musnad kepada anak anaknya, maka aku tidak mencatat satupun hadits selama itu, hanya saja aku ingin belajar adab dan akhlaknya”_ (Siyar A’lamin Nubala 11/316)
Imam Ad Dzahabi _-rahimahullah-_ berkata :
كَانَ يَجتَمِعُ فِي مَجْلِسِ أَحْمَدَ زُهَاءُ خَمْسَةِ آلاَفٍ أَوْ يَزِيدُوْنَ نَحْوَ خَمْسِ مائَةٍ يَكْتُبُوْنَ، وَالبَاقُوْنَ يَتَعلَّمُوْنَ مِنْهُ حُسْنَ الأَدَبِ وَالسَّمْتِ.
_“Manusia berkumpul di majlisnya Imam Ahmad sekitar lima ribu lebih, yang mencatat hadits hanyalah sekitar lima ratus dan sisanya mempelajari adab dan akhlak yang baik darinya”_ (Siyar A’lamin Nubala 11/316)
Imam Malik Bin Anas _-rahimahullah-_ menasihati seorang pemuda Quraisy :
يَا ابْنَ أَخِي تَعَلَّمَ الْأَدَبُ قَبْلَ أَنْ تَتَعَلَّمَ الْعِلْمَ
_“Wahai anak saudaraku, pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu”_ (Al hilyah 6/330)
Yusuf bin Al Husain _-rahimahullah-_ berkata :
بِالْأَدَبِ تَفْهَمُ الْعِلْمَ وَبِاْلعِلْمِ يَصِحُ لَكَ الْعَمَلُ وَبِاْلعَمَلِ تُنَالُ الْحِكْمَةَ
“Dengan adab engkau akan memahami ilmu, sementara dengan ilmu, amalanmu akan benar, dan dengan amal engkau akan mendapatkan hikmah”_ (iqtidhaul ‘ilmil ‘amal hal. 170)
Para ulama dahulu ketika memandang wajah gurunya, terasa damai, indah, sehingga berpengaruh dalam iman dan amalnya.
Yunus Bin 'Ubaid _-rahimahullah-_ berkata :
كَانَ الرَّجُلُ إِذَا نَظَرَ إِلَى الْحَسَنِ انْتَفَعَ بِهِ وإن لم ير عمله ولم يسمع كلامه
_Adalah seseorang manakala memandang ke arah Al Hasan Al Bashri, ia langsung mengambil manfa'at (teladan), walaupun belum pernah melihat amalnya, juga belum mendengar perkataannya._
Maka dari itu Didiklah Anakmu Tiga Hal Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa nya meriwayatkan sebuah hadits dari Ad-Daylami dan Ibnu Najar dari Sayyidina Ali, bahwa
Rasulullahﷺ bersabda:
أَدِّبُوا أَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ حُبُّ نَبِيِّكُمْ وَحُبُّ أَهْلِ بَيْتِهِ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فَإِنَّ حَمَلَةَ الْقُرْآنِ فِي ظِلِّ اللَّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ
Addibū awlādakum alâ tsalăsi khishõlin : Hubbu nabiyyikum Wa hubbu ahli baitihi Wa qirõ'atul Qur'ān.
Didiklah anak-anak kalian tiga hal; mencintai Nabi kalian, mencintai keluarga Nabi kalian, dan membaca al-Qur’an.
Fa iña hamalatal Qur'āni fi dzillillāhi yauma lā dzilli illā dzilluh
Sesungguhnya para pembawa al-Qur’an berada dalam naungan Allah ﷻ ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya.
Rasulullahﷺ bersabda:
أَدِّبُوا أَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ حُبُّ نَبِيِّكُمْ وَحُبُّ أَهْلِ بَيْتِهِ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فَإِنَّ حَمَلَةَ الْقُرْآنِ فِي ظِلِّ اللَّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ
Addibū awlādakum alâ tsalăsi khishõlin : Hubbu nabiyyikum Wa hubbu ahli baitihi Wa qirõ'atul Qur'ān.
Didiklah anak-anak kalian tiga hal; mencintai Nabi kalian, mencintai keluarga Nabi kalian, dan membaca al-Qur’an.
Fa iña hamalatal Qur'āni fi dzillillāhi yauma lā dzilli illā dzilluh
Sesungguhnya para pembawa al-Qur’an berada dalam naungan Allah ﷻ ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya.
SEMOGA KITA BISA MENTELADANI AKHLAK DARI NABI MUHAMMAD SAW
AMIN....YA....ROBBAL ALAMIN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar